Lewati ke konten
Blog

Cara menghubungkan domain sendiri ke booking engine

Redaksi Tekravel

Situsnya sudah jadi. Logo sudah benar, markup sudah diatur, satu booking uji coba sudah berhasil di subdomain platform, dan seseorang di kantor sudah mengirim tautannya ke tiga pelanggan. Lalu muncul pertanyaan yang wajar: kenapa alamatnya masih memakai nama pihak lain? Panduan ini membahas cara menghubungkan domain sendiri ke booking engine tanpa menyewa siapa pun — apa yang sebenarnya Anda ubah, dua atau tiga record yang terlibat, kenapa gembok di browser datang lebih lambat dari dugaan, dan satu pengaturan yang diam-diam merusak email kantor kalau Anda menyentuhnya.

Anda tidak perlu memahami DNS secara mendalam. Cukup satu gambaran: nama domain Anda adalah papan penunjuk jalan, dan Anda sedang mengarahkannya ke gedung baru. Semua yang di bawah hanyalah rincian dari gambaran itu.

Di mana domain Anda sebenarnya berada

Bisa ada sampai tiga perusahaan berbeda yang terlibat, dan kebanyakan pemilik hanya mengenal satu. Registrar adalah tempat Anda membeli nama itu dan membayar perpanjangan tahunan. DNS host adalah tempat record untuk nama itu diedit — sering kali perusahaan yang sama dengan registrar, kadang tidak, terutama jika dulu desainer web memindahkan nama itu ke layanan DNS terpisah. Web host adalah tempat situs Anda saat ini berjalan.

Record yang akan Anda tambahkan masuk ke DNS host. Jadi sebelum apa pun, cari tahu siapa DNS host Anda. Masuk ke registrar dan lihat nameserver yang tercantum pada domain. Kalau nameserver itu milik registrar, Anda mengedit record di sana. Kalau mengarah ke tempat lain, di tempat itulah Anda bekerja. Beberapa menit untuk ini menghemat satu sore mengedit record di panel yang tidak dibaca oleh siapa pun.

Domain utama atau subdomain: putuskan sebelum menyentuh apa pun

Domain utama — disebut juga apex, root, atau domain "telanjang" — adalah brandanda.co.id tanpa apa-apa di depannya. Subdomain adalah apa pun yang memakai label di depan: www.brandanda.co.id, booking.brandanda.co.id, travel.brandanda.co.id. Platform menerima keduanya, dan pilihan itu menentukan record mana yang Anda tambahkan.

Alasannya sudah lama dan tidak bisa ditawar. Domain utama sudah membawa record yang mendefinisikan domain itu sendiri, dan DNS tidak mengizinkan CNAME berbagi nama dengan record lain. Jadi domain utama diarahkan dengan A record langsung ke alamat IP, sedangkan subdomain diarahkan dengan CNAME ke hostname lain.

Domain utama (brandanda.co.id)Subdomain (booking.brandanda.co.id)
Record yang ditambahkanA record, ke alamat IPCNAME, ke hostname platform
Yang diketik pelangganAlamat sependek mungkinSatu kata tambahan, yang tidak terlalu berarti jika pelanggan datang lewat tautan
Website Anda yang sudah adaHarus pindah dari domain utama, atau digantikan situs bookingTetap di tempatnya
Email kantorTidak terpengaruh, asal record MX tidak disentuhTidak terpengaruh
Cocok untukAgen yang website-nya MEMANG situs bookingAgen dengan situs profil, blog, atau CMS yang ingin dipertahankan

Sebagian besar agen yang sudah punya website sebaiknya mulai dengan subdomain. Baris yang sering diperdebatkan adalah baris kedua: sebagian pemilik merasa subdomain terlihat kurang mapan. Itu pendapat yang wajar, dan bobotnya berkurang ketika kebanyakan pelanggan datang dari tautan WhatsApp atau Instagram, bukan dengan mengetik alamat.

Record yang Anda tambahkan dan fungsi masing-masing

Langkah DNS terpandu di panel admin menampilkan nilai persis untuk domain Anda. Salin dari sana, bukan dari artikel mana pun — termasuk artikel ini. Berikut penjelasan fungsi tiap record, supaya layar itu masuk akal saat Anda melihatnya.

  • CNAME, untuk subdomain. Name: label yang Anda pilih, misalnya booking. Value: hostname platform yang diberikan langkah DNS. Artinya "nama ini adalah alias dari nama itu", jadi jika server platform berpindah, record Anda tetap bekerja tanpa Anda sentuh.
  • A record, untuk domain utama. Name: @, yang di kebanyakan panel DNS berarti domain polos. Value: alamat IP dari langkah DNS. Artinya "nama ini tinggal di alamat ini".
  • TXT, kadang-kadang. Beberapa konfigurasi hosting juga meminta record verifikasi: string acak panjang di bawah nama yang ditentukan langkah DNS. Record ini tidak berpengaruh bagi pengunjung. Fungsinya membuktikan bahwa siapa pun yang menguasai domain menyetujui koneksi ini. Kalau langkahnya menampilkan TXT, tambahkan; kalau tidak, tidak ada yang kurang.

Dua kesalahan menjadi penyebab sebagian besar kegagalan. Pertama, mengetik domain lengkap di kolom Name. Banyak panel menambahkan domain secara otomatis, sehingga booking.brandanda.co.id yang diketik di sana menjadi booking.brandanda.co.id.brandanda.co.id, yang tidak mengarah ke mana pun. Ketik labelnya saja. Kedua, membiarkan record lama. Jika booking sudah punya A record dari proyek lama, CNAME tidak bisa berdampingan dengannya, dan sebagian panel diam-diam mempertahankan yang lama. Hapus dulu record lama untuk nama yang persis sama.

Jika DNS host Anda punya tombol proxy di record — Cloudflare menampilkannya sebagai awan oranye — ubah ke DNS-only selama proses menghubungkan. Proxy menjawab pengunjung atas nama platform, sehingga platform tersembunyi dari pemeriksaan yang dijelaskan berikut ini.

Kenapa gembok datang paling akhir

Di langkah inilah pemilik mengira ada yang rusak. Record sudah disimpan, domain terlihat benar, tetapi browser bilang koneksi tidak aman — atau situsnya tidak terbuka sama sekali. Tidak ada yang rusak. Urutannya memang tetap.

Sertifikat TLS, si gembok itu, diterbitkan oleh certificate authority yang lebih dulu harus memastikan domain benar-benar mengarah ke tempat yang disebut dalam permintaan. Pemeriksaannya dengan mencari nama itu di DNS publik dan, di sebagian besar konfigurasi, dengan mengirim permintaan ke domain dan menunggu platform yang menjawab. Selama record Anda belum sampai ke resolver yang dipakai authority tersebut, pemeriksaan gagal, dan berapa kali pun Anda mengklik tidak akan mengubahnya. Begitu record sudah terbaca, platform meminta sertifikat secara otomatis. Anda tidak membeli, mengunggah, atau memperpanjangnya.

Berapa lama sampai record "terbaca" terutama bergantung pada TTL record yang ada sebelumnya: waktu yang diizinkan bagi server lain untuk mengingat jawaban lama. Nama yang benar-benar baru biasanya cepat muncul. Nama yang kemarin masih mengarah ke tempat lain bisa tetap menjawab dengan alamat lama untuk sementara. Jika Anda tahu akan mengganti record yang sudah ada, turunkan TTL-nya sehari sebelumnya agar penantian lebih singkat.

Selebihnya, tunggu, lalu periksa. Jangan terus mengedit record — setiap edit memberi setiap server yang sudah menyimpan jawaban salah alasan lain untuk terus menyajikannya. Situs pengecekan DNS publik menunjukkan apa yang dilihat dunia untuk nama Anda; ketika sudah menampilkan nilai dari langkah DNS, sertifikat adalah hal berikutnya yang terjadi.

Harga sebuah kesalahan

Kesalahan yang mahal tidak terjadi di situs booking. Kesalahan itu ada di semua hal lain yang menempel pada domain Anda.

Yang paling buruk adalah mengganti nameserver padahal Anda hanya perlu menambahkan record. Memindahkan nameserver menyerahkan seluruh domain ke DNS host baru, dan setiap record yang tidak dibuat ulang di sana hilang — termasuk record MX yang mengantarkan email kantor. Sebuah agen bisa kehilangan satu hari email klien, konfirmasi supplier, dan pemberitahuan perubahan jadwal dari maskapai sebelum ada yang sadar kotak masuk mendadak sepi. Menghubungkan situs booking sama sekali tidak memerlukan pemindahan nameserver. Tambahkan record; biarkan sisanya.

Yang kedua adalah mengarahkan domain utama ke situs booking sementara website lama masih punya halaman yang dipakai orang: halaman visa yang sudah peringkat di Google, halaman kontak yang tercetak di kartu nama. Tautan itu sekarang mendarat di situs booking yang tidak memilikinya. Pindahkan dulu situs lama ke subdomain, atau hubungkan situs booking ke subdomain saja.

Yang ketiga hanya menguras saraf: mengumumkan alamat baru sebelum gembok muncul. Browser yang mengusir pelanggan dengan peringatan di hari Anda mempromosikan situs adalah perkenalan yang buruk. Umumkan setelah sertifikat aktif, bukan setelah record disimpan.

Simpan domain platform — itu cadangan Anda

Subdomain platform tempat situs Anda dimulai tidak hilang ketika domain sendiri sudah terhubung. Subdomain itu tidak bisa dihapus, dan itu disengaja.

Itulah alamat untuk menguji selama domain sendiri masih menyesuaikan diri, dan alamat yang tetap berfungsi jika perpanjangan di registrar terlewat atau seseorang keliru mengedit DNS. Booking engine di balik kedua alamat itu sama, jadi booking, pelanggan, dan laporan tidak peduli pintu mana yang dipakai. Catat alamat itu di tempat yang tidak bergantung pada domain Anda sendiri.

Subdomain itu juga menentukan urutan yang tepat untuk situs baru, sama seperti saat meluncurkan OTA dalam sehari: tayang dulu di subdomain yang disiapkan wizard pendaftaran tanpa meminta kartu, lalu hubungkan domain Anda setelah situsnya layak dipamerkan. Apa saja yang dicakup situs itu setelah alamatnya milik Anda ada di apa yang sebenarnya Anda dapat dari website travel white-label.

Checklist: menghubungkan domain sendiri ke booking engine

  1. Cari tahu siapa yang meng-host DNS Anda. Nameserver pada domain akan memberitahu.
  2. Pilih domain utama atau subdomain. Jika punya website yang ingin dipertahankan, pilih subdomain.
  3. Catat semua record yang ada, terutama MX, sebelum mengubah apa pun. Screenshot pun cukup.
  4. Hapus record lama pada nama persis yang akan Anda pakai.
  5. Tambahkan record dari langkah DNS: CNAME untuk subdomain, A untuk domain utama, ditambah TXT jika langkahnya menampilkannya. Ketik label saja di kolom Name.
  6. Ubah proxy pada record itu menjadi DNS-only.
  7. Tunggu record terbaca di DNS publik. Jangan terus mengeditnya.
  8. Pastikan gembok muncul, buat booking uji di alamat baru, baru beri tahu pelanggan.

Sebagian besar daftar ini adalah menunggu. Satu-satunya langkah yang benar-benar bisa merugikan Anda justru tidak ada di dalamnya: memindahkan nameserver.

Redaksi Tekravel

Meja teknologi perjalanan

Meja teknologi perjalanan Tekravel menulis untuk pelaku industri: pemilik agen, konsolidator, dan para pengembang yang mengintegrasikan mereka. Setiap artikel diperiksa pada platform yang dijelaskannya sebelum diterbitkan.